Wednesday, October 10, 2012
Monday, August 15, 2011
ASI Adalah Segalanya.
Tahukah ibu? Tingkat ketahanan tubuh anak ditentukan sejak kelahiran si anak. Setelah si anak dilahirkan, hal paling brilian yang bisa dilakukan oleh seorang ibu adalah langsung memberikan ASI secara ekslusif selama 6 bulan. Memberikan tambahan-tambahan makanan selain ASI sebelum ia berusia 6 bulan, artinya menghilangkan eksklusifitas ASI dan tentunya merugikan si bayi. Setelah melewati usia 6 bulan lambung si kecil sudah siap untuk menerima variasi makanan-makanan kecil seperti buah, bubur bayi dan biskuit bayi. Biasanya anak yang mendapat perlakuan istimewa dengan asupan ASI eksklusif di 6 bulan pertama, lebih sehat dibandung anak yang menerima asupan susu formula. Hal ini dikarenakan ASI (Air Susu Ibu, yang notabene diproduksi oleh tubuh manusia) tentunya cocok diberikan pada bayi manusia; sedangkan susu yang dihasilkan oleh sapi, memang cocoknya untuk anak sapi. :D
Alhamdullilah saya melahirkan Indiego secara normal dan diberikan ASI yang berlimpah. Pada saat itu saya bertekad memberikan ASI kepada Indiego selama 2 tahun, karena saya meyakini ASI lebih kaya dan sempurna kandungan gizinya dibanding susu formula semahal apapun. Pada saat saya menyusui, saya rajin mengkomsumsi sayuran hijau dan rajin makan buah-buahan.. dan terbukti, pada saat itu Indiego rajin sekali menyusu dan jarang sakit. Indiego lahir menjadi bayi yang aktif, cerdas, ceria dan tidak mudah sakit.
Sampai hari ini saat Indiego sudah berusia 6 tahun, penyakit enggan berkunjung. Hingga kini, penyakit yang berkunjung ke tubuh Indiego bisa dihitung dengan jari. Kalau diingat-ingat, paling setahun sekali Indiego sakit. Itupun sakit-sakit "sepele" dengan gejala ringan dimana Indiego masih bisa loncat-loncatan dan ceria. Saya meyakini, penyakit yang jarang hinggap ada hubungannya dengan sejarah pemberian ASI eksklusif pada anak ini. Jadi buat para ibu muda yang baru saja melahirkan dan dikaruniai ASI, jangan pernah berpikir dua kali untuk memberikan ASI kepada bayi tercinta, karena ASI lebih bergizi dan dapat mengintimkan hubungan antara ibu dan anak.
Cerita Tentang Indiego dan Sekolah.
Setelah kemarin Indiego ditolak masuk SD dikarenakan umurnya yang belum genap 6 tahun 5 bulan, akhirnya saya dan suami bersama-sama memutuskan akan "menganggurkan" Indiego selama 1 tahun. Kesepakatan dicapai setelah saya dan suami berpikir tidak perlu menyekolahkan ulang Indiego di Taman Kanak-Kanak lagi karena dia sudah mengerti dan sudah siap menerima pelajaran untuk anak-anak Sekolah Dasar. Tentu saja saya yang akan menjadi guru pendamping bagi Indiego diwaktu dia menganggur selama 1 tahun, karena sebelum Indiego masuk TK pun, saya yang mengajarinya membaca, menulis, berhitung dan mengenal banyak kata dalam bahasa Inggris. Jadi sewaktu Indiego pertama kali sekolah di Taman Kanak-Kanak, dia sudah fasih menerima semua pelajaran di sekolahnya; dan lucunya selama 1 tahun bersekolah dia tidak pernah menangis dan bertengkar dengan temannya. Dia juga bukan tipe anak pemalu karena selalu berinisiatif memulai berkomunikasi dan sudah bisa terlihat kalo dia sudah lebih dewasa dari teman-teman seusianya.
Saya sebagai ibu berkeyakinan bahwa guru terbaik buat anak adalah orang tua. Orang tualah yang punya paling banyak waktu bersama anak. Sebagai pengajar dirumah, sebagai teman bermain dan sebagai orang yang selalu aktif berkomunikasi dengan anak. Entah kenapa saya kurang ingin menyekolahkan anak diusia balita. Saya berkeyakinan apa yang di sekolah ajarkan kepada anak Saya, Saya pun bisa mengajarkannya dirumah. Sseperti bernyanyi, bermain dan menggambar. Justru dengan kegiatan yang Saya suka lakukan bersama anak, menjadikan si anak dekat kepada Saya. Mungkin beberapa orang tua menyekolahkan anak sejak dini, agar si anak mampu bersosialisasi bersama teman-teman seusianya. Tapi alhamdullilah, awal menyekolahkan Indiego ke Taman Kanak-Kanak, tidak ada satupun kendala. Dia sendiri yang mencari teman-temannya dan beradaptasi serta membawa diri di lingkungan yang baru. Saya sempat berpikir kalau saya tidak menyekolahkan Indiego di Playgrup maka Indiego akan susah beradaptasi di Taman Kanak-Kanak. Tapi apa yang saya khawatirkan ternyata tidak terjadi, dan alhamdullilah dia berprestasi di sekolah.
Jadi intinya pengorbanan saya untuk mengajar dan merawat Indiego telah membuahkan hasil *yeaaay*, ternyata pasangan yang menikah muda pun bisa melakukannya. :D :D
Thursday, August 11, 2011
Hai semua :D
Hello semua, perkenalkan nama saya Liyah Maria Ulfah, seorang perempuan berusia 26th. Mempunyai anak bernama Indiego Kasabian Nouvelle, anak laki-laki berusia 6 tahun, dan mempunyai suami Indro Muktiono, sehari hari sibuk berkutat di internet, memasak, main bersama Indiego, bermain games dan juga mendengarkan musik.
Hari ini baru saja mengaktifkan blog yang saya buat di tahun 2006, dan memindahkan semua tulisan yang tadinya ada di note Facebook saya kesini, berharap rajin menulis dan menceritakan segala sesuatu yang menarik dalam hidup saya disini. :D :D
Yuk semangat. :D
Menikah Bukanlah Kiamat
Untuk bisa memilih seseorang yang terbaik diantara yang baik, dan untuk selanjutnya diajak menikah, menemani, sehidup semati, bebagi suka maupun duka bersama-sama selamanya.
Jika sejak berpacaran pasangan sudah posesif, pencemburu, memukul, melarang hal-hal yang disukai, maka dia bukanlah yang terbaik. Omong kosong jika “cinta mati”dijadikan alasan untuk bersikap demikian dan boleh memperlakukan kita sesuka hatinya. HELLOOO.. jika dia cinta, pasti dia akan menghargai, bukannya menjerat dan melarang untuk melakukan hal-hal yang disukai. Manusia sudah diberikan hak bebas dari lahir. Jadi kenapa harus terkekang atau tersiksa oleh orang lain? Jadi jika mau pintar-pintar memilih sosok yang nantinya akan menjadi pasangan hidup (menikah), niscaya perceraian tidak akan terjadi.
Hidup berdampingan dengan penuh kasih, saling menghargai, saling menyayangi, bukannya lebih indah yah, daripada harus ber-intrik, bertengkar dan saling menghujat setiap hari?
Pernikahan akan lebih nikmat jika kita dan pasangan kita tau porsi. Tau apa yang harus dilakukan dan apa yang jangan dilakukan. Dalam rumah tangga kejujuran dan saling menghargai itu sangat dibutuhkan. Perasaan egois harus dibuang jauh-jauh. Kalau selingkuh, jelas nggak boleh dilakukan. :P Toleransi terhadap kebohongan kecil akan menjadikan kita terbiasa untuk melakukan kebohongan besar. Semoga tidak ada diantara kita yang terjebak di dalam pernikahan palsu. Intinya, Pernikahan impian adalah pernikahan yang kita pilih sendiri. Banyak-banyak melakukan seleksi untuk memilih pasangan impian untuk dijadikan suami/istri itu adalah sebuah KEHARUSAN.
Jangan terlalu terbutakan oleh cinta sampai akhirnya logika tidak digunakan dan tidak bisa melihat keburukan diri sendiri dan pasangan sewaktu berpacaran.
Saya adalah seseorang yang sangat menikmati pekerjaan saya sebagai ibu. Mendampingi suami, bermain bersama teman-teman saya, bebas memilih teman, mengikuti semua hobi kesukaan saya, dan melakukan semua pekerjaan rumah tangga dengan ikhlas. *lebay* Tidak pernah melarang dan dilarang. Namun saya sebagai istri, tahu batasan apa yang harus dilakukan dan tidak boleh saya lakukan. Menikah menjadikan hidup saya lebih teratur dan saya merasakan titik kehidupan saya lebih tinggi, lebih menyenangkan setelah saya menikah dan melahirkan anak. Pernikahan bukan akhir, melainkan awal dari sesuatu yang baru. Susah, senang, pilihan ada di tangan kita. Menikah bukanlah kiamat.
Surat Cinta Dan Protes Untuk Suede.
Re: SUEDE LIVE IN INDONESIA
Posted by: mamakmusik
Date: March 01, 2011 06:09PM
Hi, I'm from Jakarta, Indonesia.
I'm a huge fan since junior high.
I missed the first Jakarta concert in 2003 because I was still studying at high school.
I haven't had my own income to purchase the ticket at that time. :(
So, I was super-excited when I heard the news about Suede coming to Jakarta for the second time. I promised myself to come this time. I was then started to save my money for this.
But then I was shocked when I read the update from the promoters today.
They said they don't sell any tickets, but instead forcing Suede fans in Indonesia to buy (or trade our phones with) a brand new BlackBerry phone --that costs at least USD 190-- to get invitations (that will come as a BlackBerry application installed on the purchased phone).
That is absolutely out of my league.
To be honest, I think this is plain ridiculous.
Haven't heard this kind of ticketing system anywhere else.
I really hope that you discuss this with the promoters.
Me and fellow Suede fans in Indonesia are lost here.
We just don't get it.
Why not make a concert with normal ticketing system?
I will definitely buy the ticket and singalong with you guys without burden.
Please, please, please, reconsider this..
Don't let us down.
Kind regards.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teman-teman saya menulis surat ini di http://forum.suede.co.uk/read.php?2,15746
semoga protesnya para pecinta Suede di Indonesia akhirnya di dengar oleh mereka.
Silahkan teman-teman ikut berpartisipasi di dalam forum tersebut. Semoga harapan kita
dikabulkan dan akhirnya bisa menonton Suede dengan senang dan tanpa beban :).
NB: terimakasih kepada indro yang membantu dalam bahasa :*
Bunga Tidur Indiego
Indiego : Mah, Pah, kemarin aku mimpi buruk...
Gw dan Indro : Heee mimpi apa dek? kaya gimana ceritanya?
Indiego : Di mimpi aku, mama bisikin ke papa.. `eh pah kita buang Indiego di tempat sampah yuk`, terus mama langsung bilang ke aku `dek aku ada kejutan buat kamu, kamu tutup mata yah..` terus aku kan tutup mata, abis itu mama malah gendong aku terus taruh aku di tempat sampah, mama bilang `dek kamu disini aja yah, kejutannya ada di tong sampah kamu cari sendiri aja`.. abis itu aku ditinggalin di tempat sampah. Terus mama dan papa malah pelukan cinta-cintaan terus ada bunyi trink.. keluar love-love dari perut mama sama papa. Aku ditinggal sendirian, terus akhirnya aku pergi, nyasar ke tempat gelap kaya di game Fatal Frame gitu mah, tapi ga ada hantunya sih.. cuma ada suara kayak jantung, "dug dug.. dug dug.." gitu.. aku jalan sendirian kebingungan sedih dan takut, abis itu ada orang pake baju Singapore warna kuning, dia bilang gini `sini dek ikutin aku aja`.
Indro : Oh itu kan yang pake baju kuning aku dek.. (nyamber)
Indiego : Bukan kamu, kan kamu lagi sama mama berduaan cinta-cintaan aku ditinggalin.
Gw dan Indro : *Nahan ketawa terus bilang ke Indiego" `Terus gimana lagi mimpinya?`
Indiego : Ya abis itu aku ditolongin kan sama orang yang pake baju kuning, terus akhirnya aku ketemu sama temen-temen abis itu aku main petak umpet eh ketemu eyang deh, abis itu diajak pulang sama eyang naik angkot, terus aku kebangun dari mimpi.
Hahahaha.. selesai Indiego bercerita, kita ngeledekin dia, "Kamu cemburu sama papa & mama yah dek kalo kita lagi sayang-sayangan? Kok sampe kebawa mimpi?" Tapi Indiego tidak juga mau mengakui Ngelesnya seperti ini: "Enggak kok, itu kan cuma mimpi doang.. bla bla bla.." :P
Dasar anak kecil.
*masih nahan ketawa ngebayangin cara dia praktekin kita pelukan cinta-cintaan terus ada bunyi trink.. keluar love-love dari perut* =))